Arsitektur Geomansif

TIGA sampai lima tahun terakhir ini metode Feng Shui menjadi
semakin populer sebagai kelengkapan merancang bangunan atau
alat evaluasi pasca-huni bangunan. Para eksekutif bisnis atau
birokrat mencari penasihat Feng Shui untuk mencocokkan nilai
ketenteraman atau keuntungan dari bangunannya. Mereka percaya
bahwa perbaikan bangunan dengan metoda Feng Shui akan
menaikkan harkat hidupnya. 

Di Jawa Tengah, di samping metoda Feng Shui nilai rancang
bangunan perlu dicocokkan dengan rumus Petung Pawukon yakni
pengetahuan kosmologi Jawa, Angsar atau Kawruh Kalang yaitu
tata-nilai mistis arsitektur Jawa. Bersamaan dengan maraknya Feng
Shui atau Hong Shui, marak pula masyarakat yang mempelajari
daya prana tubuh manusia dalam bentuk olahraga tenaga dalam.
Bagi yang mempelajari kosmologi kuno, menganggap bahwa bumi
dan angkasa memiliki pelbagai daya prana atau energi gaib.
Arsitektur sebagai lingkungan ciptaan manusia dianggap perlu
berkontekstualisasi dengan fenomena alam tersebut. 

Di universitas para dosen arsitek tua-muda menjadi penganjur, agar
beberapa mahasiswa mencoba menerapkan metoda geomansi
Timur dalam menggarap tugas kuliah desain. Bahkan kosmologi dan
geomansi Jawa, telah menjadi bahan dasar disertasi Dokter Arsitek
Heinz Frick di Universitas Teknik Eindhoven Belanda awal tahun
1995. Para akademisi meletakkan bidang ini dalam disiplin
anthropologi arsitektur yang mengkaji kecenderungan perubahan
sosial budaya dalam rupa bangunan dan tata letak bangunan.
Peminat bidang studi ini sangat sedikit jumlahnya di Indonesia,
namun sering menjadi bahan penelitian para arsitek Barat.

***

GEJALA penerapan arsitektur geomansif akan dapat merubah
pelbagai tatanan yang berlangsung; terutama perilaku masyarakat,
sosial-budaya, tata perkotaan dan lingkungan. Kepedulian terhadap
pengetahuan geomansi kuno dapat disebut mengangkat dan
menyambung kembali sejarah arsitektur lokal yang diputus masa
modernitas. Modernitas sendiri dipandang sebagai implementasi dari
perkembangan teknologi dan ekonomi dengan doktrin desain: fungsi
yang efektif dengan teknologi efisien. 

Modernitas arsitektur dan perkotaan dipandang semakin
menyempitkan kepekaan manusia terhadap kesadaran meruang dan
dicap tidak manusiawi. Sehingga perlu kesadaran inklusionistik,
manusia perlu kembali menjadi bagian dari alam. Pengetahuan relasi
ke alam telah ditelaah kembali dari naskah kosmologi lama atau
kesadaran estetik seperti pada masa romantik Eropa. Oleh sebab itu
arsitektur modern direvisi maknanya, karena dianggap lepas dari
konteks alami. Pemikiran eko-arsitektur atau desain yang biologis
menjadi salah satu betuk tanggapannya di samping arsitektur
geomansif. 

Khusus di Indonesia, sejarah budaya arsitektur asli telah diputus dan
ditidurkan oleh kolonialisme. Tidurnya ragam arsitektur asli yang
dipenuhi aturan kosmologi dan ciri geomansi, memberi kesempatan
pengetahuan arsitektur Barat makin marak dan memungkinkan Feng
Shui yang fleksibel subur ke Indonesia.

Beragam istilah para arsitek dalam mengemukakan revitalisasi
geomansi kuno. Sebagian menyebut bagian dari paradigma postmo
yang ingin merangkai sejarah, ada yang mengkategorikan sebagai
gejala regionalisme arsitektur belaka. Macam-macam sebutan lain
misalnya gejala renaisansi Timur, eko-desain, ikonokulturalis,
demistikasi arsitektur, dan sebagainya.

Geomansi dan kosmologi kuno dapat menjadi pendekatan
perancangan arsitektur, bahkan dapat dikembangkan sebagai
metoda desain. Di sisi pandangan environmentalis, revitalisasi
geomansi kuno dapat dimasukkan sebagai kesadaran moral kembali
ke alam dengan pandangan holistik. Aturan geomansi arsitektur
kuno di mana pun kebudayaan berkembang, meletakkan alam
sebagai faktor yang menentukan dan mengikat bangunan di atasnya.
Relief bumi alami tak boleh diubah, konon agar energi alam tak
berkurang. Arsitektur-environmentalis perlu memulai meneliti potensi
energi alam dalam arsitektur dengan alat-alat deteksi elektromaknit.

***

OLEH beberapa pakar bangunan, geomansi dan kosmologi
arsitektur dianggap mampu memberi nilai tenteram bagi pengguna
bangunan dan menerbitkan energi kehidupan yang mendorong
kegiatan manusia. Katakanlah, terjadi keadaan mistikasi dalam
arsitektur. Manusia kini yang terlibat dalam kehidupan material dan
rasional, semakin mengendurkan diri dari ikat tali rohani Illahi.
Kemudian mencari keselamatan lain dengan mendaras energi pada
alam. Manusia kini tengah mencari Tuhannya dalam energi alam. 

Gejala tersebut perlu disambut dengan sebagai pandangan eko-
theologi. Tuhan semakin menyatakan dirinya dalam daya energi
alam bumi, seperti halnya semasa awal Tuhan menciptakan
semesta. Manusia masuk dalam kesadaran penciptaan pro-alam
tersebut. Tuhan selalu bersemayaman dalam ruang waktu
kehidupan, sehingga bersemayam pula dalam keindahan dan
kekuatan daya alami. Manusia kembali sadar dalam pemikiran
holistik; Tuhan, manusia dan biosistem bumi, lingkungan buatan
seperti arsitektur, perubahan nilai kehidupan, merupakan keutuhan
yang menyeluruh dalam satu suprasistem.

***

DALAM ungkapan anthropologis dikatakan bahwa budaya material
tengah menguasai budaya immaterial!. Dalam kebudayaan material
manusia semakin menjauhkan jarak dengan kekaguman pada mitos
dan estetik alami. Revitalisasi geomansi dan kosmologi untuk
arsitektur adalah sublimasi kebudayaan immaterial dalam rupa
bangunan. Namun perlu ada penafsiran atas dasar kesesuaian
zaman. Perlu proses demistikasi dalam mengangkat kosmologi dan
geomansi kuo ke dalam nilai manusia Timur yang tengah mencari
makna hidup baru. Oleh sebab itu penafsiran kosmologi dan
geomansi lama dalam logika kehidupan masa kini, memerlukan
proses lama dan langkah yang rumit. Situasi tersebut merupakan
proses pengutuhan kembali kesadaran spritualisasi manusia.

Kini terdapat kencenderungan kembali bahwa seluruh piranti
kebudayaan asli yang mistis diotak-atik lagi dan dicoba direvitalisasi.
Gejala ini pernah muncul pada masa 1980-1985 dan mungkin
terulang tahun 2000-2005 nanti. Sehingga sering terjadi suatu
repetisi pemikiran budaya namun tak pernah mampu meramal
kecenderungan ke depan. Salah satu kelemahannya adalah proses
sejarah sosial budaya terutama bidang arsitektur yang putus atau
tidur lama. Diskusi tentang metoda revitalisasi arsitektur geomansif
dan kosmologik jarang digelar, sehingga jarang ditemukan ide atau
strategi penyelesaian. Mungkin juga terjadi kebuntuan karena ide
rasional melawan ide mistikasi, suatu situasi diskursus yang tak
pernah mendapat jawaban selesai.

Revitalisasi geomansi lama dalam arsitektur akan dapat
menciptakan kaidah baru dalam perancangan bangunan dan tata
letaknya (site-plan), sekaligus dapat berpengaruh dalam penataan
kota (urban-design). Permasalahannya, dapatkah arsitektur
geomansif dirumuskan sebagai salah satu pertimbangan dalam
peraturan bangunan dan peraturan penataan kota? Oleh sebab itu
perlu proses polemik dan legitimasi dari pelbagai unsur, masyarakat
pengguna karya arsitektur, arsitek, pengelola kota, dan budayawan. 

Patut diisyaratkan, legitimasi Feng Shui dalam peraturan bangunan
dan perkotaan akan dapat menimbulkan kecurigaan dan
kecemburuan sosial. Apalagi geomansi lokal belum dapat
dibangunkan dan disaingkan keberadaannya. Kendatipun demikian
revitalisasi geomansi kuno dalam arsitektur masih menjadi gejala
dan sedang mencari kesesuaian dengan zaman kini. Namun
kenyataan, proses pengembangannya semakin semarak luas,
sehingga perlu dicermati dan diteliti. 

Revitalisasi geomansi dan kosmologi arsitektur mungkin hanya
menjadi bagian dari gejala pengulangan budaya, sebentar meredup
dan mungkin akan menghangat 5-10 tahun lagi. Di sisi lain ada
harapan, bahwa salah satu kekhasan perancangan arsitektur dan
perkotaan Asia mungkin dapat muncul dari revitalisasi geomansi-
kosmologi setempat, kita sangat berharap! 

Ir Kostomo Andreas Corsini, MSi., arsitek dan dosen tetap
Universitas Katolik Sugijapranata Semarang.

Kompas, Senin, 3 Juni 1996
dikutip persis plex, tanpa ijin penulis maupun penerbit

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.